Home » , , , » Ini Jadinya Bila Vespa di ubah menjadi Alat Musik

Ini Jadinya Bila Vespa di ubah menjadi Alat Musik

Written By Rivo Kumaseh on Friday, October 4, 2013 | 8:53 AM

Ini Jadinya Bila Vespa di ubah menjadi Alat Musik - Vespa di Indonesia bagaikan musik dangdut. Berakar dari luar lalu mengalami metamorfosa dan melahirkan budaya baru, jauh dari citra awal. Penandanya hanya satu, merek yang mengingatkan orang pada negara asal, Italia.

Banyak media ternama asing pernah mengangkat keunikan komunitas vespa gembel di Indonesia. Dengan modifikasi nan ekstrim, menanggalkan gaya pabrikan negeri asal lalu dipermak habis sesuai imajinasi sang empunya. 

Hasilnya mungkin mengingatkan pada gaya 'amburadul' film Mad Max, namun memunculkan potret budaya yang baru, yang lebih khas dari negeri sendiri.

Penggunaan vespa sebagai legitimasi sebuah kreatifitas sekaligus jati diri budaya baru memang tak ada habisnya. Tidak terbatas pada modifikasi untuk dikendarai, tapi juga menciptakan hal baru dari setiap onderdilnya. Hasilnya sangat unik: instrumen musik vespa.



Adalah Iwan Loncenk yang memelopori musik rongsokan onderdil motor Vespa ini. Grup 282 Black Percussion Scooter ini lahir 31 Desember 2010, di Padepokan Seni Kota Bandung, Jln. Peta 209. Nama ini diambil dari sebuah nama sanggar K282 (Kelompok 282) bekerja sama dengan Black Scooters. 

Seperti dikutip dari apakabardunia.com,  Abah Richard, pentolan Black Scooter Bandung yang menyambut dan membantu mewujudkan ide Iwan memanfaatkan onderdil bekas vespa yang menumpuk agar dijadikan bermacam alat musik.



"Saat itu hanya berupa tatakolan (Vespavora). Kemudian dari hari kehari, dari minggu keminggu, dari bulan kebulan, saya mencoba untuk menyempurnakan suku cadang Vespa untuk bisa bernada, baik diatonis maupun pentatonis. Dengan semangat hobi akhirnya saya menemukan 23 item dari suku cadang Vespa menjadi alat musik," ungkap Iwan Loncenk. 

Sekarang Iwan berhasil membuat berbagai alat musik unik. Misalnya flute (alat tiup) terbuat dari keran bensin vespa tahun 62,  doom trompet (alat tiup) terbuat dari knalpot Chito, menjadikan suara sangkakala (terompet kematian), guitar (gitar elektrik) dari 1/2 mesin Vespa, Ba'n'ss (bass elektrik) terbuat dari pelak dan ban ukuran 10, vioul tank (alat gesek) dari tanki Vespa, lute siter tank (alat petik) kacapi siter dari tangki Vespa, dan lain sebagainya. 

Kelompok musik 282 tersebut kemudian sering  pentas di berbagai acara di Bandung. Barangkali ada di antara kamu yang pernah melihat aksi mereka di panggung?

Share this article :

No comments:

Post a Comment

 
Support : All You Like | Renungan Hari Ini | Mas Template
Copyright © 2011. Chaonechoan Blog - Cerita, Sejarah dan Legenda - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger